Senin, 27 Agustus 2012

Karya Ilmiah tentang Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Bawang Merah

Karya Ilmiah Tentang Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Bawang Merah


Disusun Oleh :
Ayu Daryani
Ayu Puspita
Dinda Ayu S
Dini Oktarina
Ratu Annia P

Kelas XI.IPA.1
SMA PGRI 2 Palembang


BAB I
PENDAHULUAN


1.1    LATAR BELAKANG

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik . komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angina, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya.
Oleh karena itulah kami melakukan penelitian ini, untuk mengetahui apakah pengaruh dari cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah.

1.2    RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.        Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah ?
2.        Bagaimana perbedaan tanaman bawang merah yang terkena cahaya pagi, siang dan sore hari ?

1.3    TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah :

1.        Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah.
2.        Untuk mengetahui perbedaan tanaman bawang merah yang terkena cahaya pagi, siang dan sore hari.                                                                                        

1.4    MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.        Untuk menambah pengetahuan di bidang biologi.
2.        Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh cahaya matahari bagi tanaman.
3.        Sebagai perkembangan informasi dalam teknologi pertanian


 
BAB II
LANDASAN TEORI

1.1      PENGERTIAN CAHAYA
Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik.Pada permukaan benda yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang teratur. Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar pula. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan benda. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teratur atau pemantulan biasa .
Berbeda dengan benda yang memiliki permukaan rata, pada saat cahaya mengenai suatu permukaan yang tidak rata, maka sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan tersebut dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar. Pemantulan seperti ini disebut pemantulan baur .

Manfaat cahaya matahari :
  1. Sinar matahari menghasilkan vitamin D
Pada waktu berkas sinar ultraviolet disaring di kulit. Ia mengubah simpanan kolesterol di kulit menjadi vitamin D.  Menghadapkan sebagian dari tubuh ke sinar matahari selama 5 menit memberikan 400 unit vitamin D
  1. Sinar matahari mengurangi kolesterol darah
Dengan mengubah kolesterol di bawah kulit menjadi vitamin D, menyebabkan tubuh memberikan peringatan kepada kolesterol yang ada dalam darah untuk keluar dari darah menuju ke kulit, sehingga mengurangi kolesterol dalam darah.
2.      Sinar matahari menjadi penawar infeksi dan pembunuh bakteri
Matahari dapat membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur.  Hal itu berguna untuk perawatan TBC, erysipelas, keracunan darah, peritonitis, pneumonia, mumps, asma saluran pernapasan.  Bahkan beberapa dari virus penyebar kanker dibinasakan oleh sinar ultraviolet ini.  Infeksi jamur, termasuk candida, bereaksi terhadap sinar matahari.  Bakteri di udara dibinasakan dalam waktu 10 menit oleh sinar matahari.
3.      Sinar matahari mengurangi gula darah
Cahaya matahari bagaikan insulin yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Ini merangsang tubuh untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula yang tersimpan (glycogen), yang tersimpan di hati dan otot, sehingga menurunkan gula darah
4.      Sinar Matahari meningkatkan kebugaran pernafasan
Sinar matahari dapat meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan.  Faktor lain yang bisa membantu meningkatkan kebugaran pernafasan ialah bahwa glikogen bertambah di hati dan otot setelah berjemur matahari.
5.      Sinar matahari menolong dalam membentuk dan memperbaiki tulang-tulang
Dengan bertambahnya tingkat vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, bisa meningkatkan penyerapan kalsium.  Ini menolong pembentukan & perbaikan tulang dan mencegah penyakit seperti rakhitis dan osteomalacia (pelembutan tulang tidak Normal).
6.      Sinar matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan.
Sinar matahari menambah sel darah putih terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit.  Antibodi (gamma globulins) bertambah.  Pengaruh ini bertahan sampai 3 minggu.  Nitrofil membunuh kuman-kuman lebih cepat setelah pernafasan dengan sinar matahari.  Sepuluh menit di bawah sinar ultraviolet satu atau dua kali setiap minggu dapat mengurangi flu 30-40 %.

2.2                   PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana suatu organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan waktu.
Sedangkan Perkembangan adalah suatu proses differensiasi, organogenesis dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan dewasa. Perkembangan lebih bersifat kualitatif, dimana suatu organism yang sebelumnya masih belum matang dalam sistem reproduksinya (dewasa), menjadi lebih dewasa dan matang dalam sistem reproduksinya sehingga dapat melakukan perkembangbiakan.

2.3         BAWANG MERAH
Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi, meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun serta tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara.
Manfaat Bawang adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia berupa soto dan sup menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan.

Klasifikasi Bawang Merah


Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.
 


BAB III
METODE PENELITIAN

1.1            METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.
1.           Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
2.           Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lainpun dapat mengamatinya.
3.           Sistematis berarti proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu bersifat logis
                                      
1.2            OBJEK PENELITIAN
Objek penelitian ini adalah cahaya matahari, pertumbuhan serta perkembangan bawang merah.

1.3            PROSEDUR KERJA
  1. ALAT DAN BAHAN
·         Pot 3 buah (d = 15cm)
·         Tanah
·         3 Bibit bawang merah
·         Cahaya matahari
  1. LANGKAH KERJA
1.    Setiap pot diisi tanah, lalu beri merk untuk pot yang terkena cahaya pagi,siang dan sore.
2.    Masukkan masing-masing satu bibit bawang ke dalam setiap pot
3.    Letakkan pot pagi ke tempat yang terkena cahaya pagi saja, pot siang di tempat yang terkena cahaya siang, begitupun pot sore di tempat yang terkena cahaya sore.
4.    Amati pertumbuhan dan perkembangan masing-masing bawang setiap harinya.


1.4            TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi.
Observasi
Observasi atau pengamatan  kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengjukan pertanyaan-pertanyaan.
Keuntungan observasi adalah:
1.    Data yang diperoleh adalah data yang segar.
2.    Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung

1.5            TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif
Analisis Deskriptif 
Dalam melaksanakan analisis deskriptif, indikator yang digunakan adalah indikator nonpendidikan dan pendidikan yang terdiri dari indikator efisiensi internal. Dari uraian tersebut di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data bermaksud pertama- tama mengorganisasikanm data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya.


 
BAB IV
PEMBAHASAN

1.1  Perbandingan Pertumbuhan Setiap Tanaman

1.1.1        Tanaman Bawang Merah yang terkena cahaya pagi

Pada tanaman bawang merah yang terkena cahaya pagi baik pertumbuhan maupun perkembangannya lebih cepat, dalam jangka waktu 5 hari tanaman bawang merah tersebut sudah mulai terlihat perkembanngannya dengan muncul daun dari bawang merah tersebut dan pertumbuhannya juga lebih cepat dari hari ke hari. Pada hari ke lima bawang merah berkembang dengan munculnya daun setinggi 3 cm, sampai jarak tiga hari yaitu hari ke delapan bawang merah sudah muncul daun 7 cm.dapat dilihat sekali bahwa tanaman bawang merah termasuk tanaman yang mudah pertumbuhannya dan perkembangannya apabila tanaman tesebut di pengaruhi oleh cahaya matahari.

1.1.2          Tanaman Bawang Merah yang terkena cahaya siang

Tak berbeda jauh dengan bawang merah yang terkena cahaya pagi,  bawang merah yang terkena cahaya siang dengan intensitas cahaya yang cukup, batangnya akan tumbuh lebih pendek namun batangnya kokoh dan daunnya berwarna hijau (mengandung klorofil). Hal ini disebabkan karena pengaruh kerja hormon auksin (hormon tumbuh). Ditempat yang gelap terkandung auksin lebih banyak sehingga merangsang pemanjangan batang lebih cepat. Sedangkan ditempat terang ,cahaya akan menguraikan  auksin / terdispersi  ke sisi gelap dan menghambat pertumbuhan memanjang.cahaya juga berperan dalam proses fotosintesa sehingga tanaman yang kekurangan cahaya tidak dapat melakukan proses fotosintesa sehingga menyebabkan menjadi lemah dan pucat.sedangkan tanaman ditempat terang akan tumbuh kokoh dan segar karena fotosintesanya berlangsung seimbang.

1.1.3          Tanaman Bawang Merah yang terkena cahaya sore

Pada Tanaman bawang merah yang terkena cahaya matahari sore, pertumbuhannya 2 cm dalam jangka waktu 6 hari,dan perkembangannya juga sama. Perkembangan daunnya berwarna hijau muda pucat sedangkan yang dipengaruhi cahaya matahari daunnya hijau muda terang dan terlihat segar. Bawang Merah yang di tempatkan pada cahaya sore pertumbuhannya lebih tinggi dari pada di tempat terkena cahaya pagi dan siang, hal ini di sebabkan karena Bawang Merah pada tempat gelap mencari matahari sedangkan pada tempat terang hormon sangat cepat berkembang, dimana hormon etilen fungsinya membuat batang lebih tebal dan menahan pemanjangan batang.
                                                   
                                               BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa :

1.      Intensitas cahaya matahari berpengaruh terhadap pemanjangan sel tumbuhan. Semakin sedikit mendapatkan cahaya maka tanaman akan tumbuh memanjang lebih cepat karena cahaya menghambat kerja hormon tumbuh (auksin). Di tempat gelap tanaman mengalami etiolasi yaitu pertumbuhan yang cepat.
2.      Cahaya diperlukan untuk proses fotosintesa supaya menghasilkan energi.


5.2 Saran

1.      Sebaiknya menanam tanaman  di tempat terang dengan intensitas cahaya yang  cukup supaya daun bisa berkembang sempurna sehingga proses fotosintesis bisa berlangsung dengan baik dan tanaman kokoh serta tidak pucat.
2.      Sebaiknya tanaman diberi air dan unsur hara yang cukup supaya tumbuh sub
           Daftar Pustaka

            http://auliablack.blogspot.com/ ,28/4/2012
               http://www.deherba.com/images/stories/bawang_merah.jpg , 15/5/2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar