Rabu, 14 November 2012

Karya Tulis Ilmiah tentang Pemanfaatan Tenaga Nuklir

BAB I
PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang

Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
Sudah banyak negara-negara di dunia baik yang berstatus maju maupun berkembang memanfaatkan energi nuklir sebagai energi alternatif yaitu sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Tercatat, 439 PLTN beroperasi di 32 negara. Negara yang paling banyak menggunakan listrik nuklir adalah AS dengan 103 PLTN. Di Asia, Korea Selatan adalah negara dengan persentase listrik nuklir tertinggi, yaitu 40% dari 20 PLTN. Bahkan Negara berkembang seperti Pakistan sudah menikmati teknologi PLTN ini, sedangkan di Indonesia sendiri teknologi PLTN ini masih dalam upaya pengembangan.

1.2    Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.       Apa manfaat dari tenaga nuklir?
2.       Bagaimana pemanfaatan tenaga nuklir dalam kehidupan sehari-hari?

1.3    Tujuan
Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :
1.       Untuk mengetahui manfaat dari tenaga nuklir.
2.       Untuk mengetahui pemanfaatan tenaga nuklir dalam kehidupan sehari-hari

1.4    Manfaat Penelitian

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, terdapat beberapa manfaat sebagai berikut :
1.       Dapat menambah pengetahuan tentang pemanfaatan tenaga nuklir.
2.       Dapat memaksimalkan pemanfaatan tenaga nuklir.

1.5   Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah kajian pustaka.
Kajian pustaka merupakan daftar referensi dari semua jenis referensi seperti buku, jurnal papers, artikel, disertasi, tesis, skripsi, hand outs, laboratory manuals, dan karya ilmiah lainnya yang dikutip di dalam penulisan karya tulis ilmiah.




BAB II
PEMBAHASAN


2.1    Pengertian Nuklir

Nuklir berasal dari kata Nucleus yang berarti inti atom, inti atom terdiri dari Proton dan Neutron. Jadi nuklir adalah ilmu yang mempelajari reaksi yang terjadi di inti atom.
                (sumber : http://kliktedy.wordpress.com/ )

2.2     Reaksi Nuklir
Reaksi nuklir atau inti berbeda dengan reaksi kimia karena reaksi tersebut terjadi pada tingkatan  inti atom (nukleus) bukannya atom secara keseluruhan. Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.

2.3    Pemanfaatan Tenaga Nuklir
Manfaat penggunaan Nuklir sangatlah luas tidak hanya masalah energi yang besar yang dihasilkannya, namun juga bisa digunakan untuk aplikasi medis seperti sinar-X dan kamera gamma .  Selain itu juga bermanfaat untuk aplikasi industri baik itu industri pertambangan ( gamma – gamma loging), industri kertas, industri pengawetan makanan, pertanian, bahkan jasa inspeksi ( Uji tak rusak ) .
Energi nuklir sudah memiliki peran vital dalam memasok listrik dunia dan merupakan sumber listrik utama pada sejumlah negara. Sementara pemanfaatan limbah radioaktif dari PLTN dan penggunaan radioisotop dalam pertanian, industri, riset, dan kedokteran. Energi nuklir lebih menguntungkan ditinjau dari segi lingkungan karena tidak menghasilkan unsur berbahaya, seperti logam berat (cadmium, plumbum, arsen, argentum/perak, vanadium), emisi gas SO2,Nox, dan VHC. Dan dalam hal ini PLTN dapat membantu mengurangi hujan asam dan pembatasan emisi gas rumah kaca.


2.4    Perkembangan Tenaga Nuklir di Indonesia
Indonesia saat ini memiliki tiga reaktor riset. Pengoperasian dan perawatan ketiga reaktor itu memberikan pengalaman berharga guna menuju ke era listrik nuklir. Desain suatu PLTN yang dikembangkan di Indonesia berpedoman pada filosofi ”Defense in Depth”(pertahanan berlapis) untuk keselamatan yang mampu mencegah insiden yang mungkin dapat menjalar menjadi kecelakaan. meningkatkan penguasaan teknologi nuklir yang lebih modern, baik untuk pengoperasian, penyiapan bahan bakar maupun pengelolaan limbahnya.
Sebagai anggota Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Indonesia mendapatkan bantuan teknis yang cukup besar. Selain itu, ada bantuan bilateral maupun regional seperti dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Pada 8th ASEAN Science and Technology Week di Filipina (2008), Indonesia telah ditunjuk menjadi focal point (negara penggerak) untuk masalah keselamatan dan keamanan nuklir di wilayah Asia Tenggara.

2.5    Daerah – Daerah Penghasil Nuklir di Indonesia
Wilayah - wilayah mineral radioaktif Indonesia (Barat) : Aceh Tenggara,
Tapanuli, Sibolga, Sawahlunto, Muarabungo, Sarko, Lampung Tengah, Bakumpai, Bulit, Mahakam Hulu, Kembayan, Jalur Timah dan Laur Ella.
Di Indonesia Timur sebaran mineral radioaktif belum diketahui dengan baik
karena penelitiannya jauh tertinggal daripada penelitian sejenis di
Indonesia Barat. Tetapi, telah diindikasi tujuh daerah di Sulawesi termasuk
Banggai Sula dan empat daerah di Papua, di wilayah2 yang secara geologi
terdapat batuan granitik dan felsik lainnya.


BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Nuklir bukanlah hal yang perlu ditakuti lagi. Seiring dengan kemajuan yang pesat di dunia sains dan teknologi, kita harus lebih memaksimalkan pemanfaatan dari energy nuklir tersebut, dan meminimalisir dampak dari nuklir. Dengan cara pemanfaatan yang bijaksana dan tepat, Nuklir dapat menjadi solus bagi masalah kelangkaan energy alternative.
Indonesia memiliki potensi pengembangan nuklir yang cukup baik. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi daerah penghasil nuklir, diantaranya : Aceh Tenggara, Tapanuli, Sibolga, Sawahlunto, Muarabungo, Sarko, Lampung Tengah, Bakumpai, Bulit, Mahakam Hulu, Kembayan, Jalur Timah dan Laur Ella.

3.2 Saran
                      Pemerintah sebaiknya dapat lebih mengoptimalisasikan pengembangan tenaga nuklir dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, dengan itu maka masalah krisis energi dapat diatasi dengan memanfaatkan energi nuklir sebagai energi alternatif untuk bahan bakar listrik.


DAFTAR PUSTAKA

http://kliktedy.wordpress.com/  diakses tanggal 13/9/2012
http://www.fkdpm.org/ diakses tanggal 10/9/2012
http://indonesia-products.blogspot.com/ diakses tanggal 10/9/2012
http://www.wikipedia.com/ diakses tanggal 13/9/2012




3 komentar: